Senin, 11 November 2019

IHWAL MENERJEMAHKAN

Ringkasan Artikel:
IHWAL MENERJEMAHKAN: PROPOSISI TEORETIS CANGKUPAN PENGKAJIAN DAN PENELITIHAN
Pada zaman sekarang ini, penguasaan bahasa Inggris tidak cukup jika dibatasi empat keterampilan breavaza, yaitu berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Tampaknya, tidak juga dengan penguasaan unsur bahasa seperti tata bahasa, fonologi, dan kosa kata. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing terpenting di Indonesia seharusnya di pelajari dalam konteks yang lebih luas. Kemampuan menerjemahkan perlu juga perlu diperhatikan dan sangat penting. Untuk mengatasi kesulitan menerjemahkan harus menerjemahkan pemahaman ilmu linguistik atau ilmu bahasa yang terkait baik antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tulisan ini mengupas empat proposisi teoritis yakni, pentingnya posisi penerjemah sebagai suatu keterampilan berbahasa disamping menyimak, berbicara, mambaca, dan menulis dan tullisan ini ditutup dengan simpulan.
Definisi Menerjemahkan
Kegiatan menerjemahkan tidak menerjemahkan tidak hanya sering dikaitkan dengan keperluan mendesak untuk menyampaikan ide atau gagasan dari suatu bahasa ke bahasa lain. Kegiatan menerjemahkan teks berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia juga dijadikan sasaran menguasai bahasa Inggris secara mendalam, misalnya bidang tata bahasa dan kosa kata.
Ada sejumlah pertimbangan yang menyelimuti usaha pemindahan gagasan atau informasi ini, terutama yang ada hubungannya dengan hasil produk terjemahan. Pertimbangan ini Nampak dihayati benar oleh para linguis dan ahli penerjemahan. Defenisi penerjemahan itu sendiri cukup beragam. Menurut Finlay (1971:1) menandasarkan bahwa “a translation may be difined as a presentation of a text in a language other than that in which it was originally written”. Penyampaian teks tertulis (written) dalam suatu bahasa lain dan umumnya kajian mengenai penerjemah (interpreting) dan umumnya pengkajian mengenai menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lain (translating) khusus dipakai bahasa tertulis. Walaupun kata-kata yang digunakan untuk memaparkan definisi definisi dari para ahli tersebut berbeda satu dengan lainnya pada hakikatnya terdapat persamaan juga. Pengguna kata rendering, reproducing, presentation, dan replacement yang kiranya mempunyai makna tida jauh berbeda.
Berbeda dengan pendapat diatas, Wilss (1980:3) menyebutkan definisi terjemahan harus dipandang dari tiga sisi, yaitu dari sisi (translator based definition), dari sisi teks yang diterjemahkan (text based definition) dan dari sudut pandang alat (computer based translator), dalam hal ini komputer. Jadi, menerjemahkan itu merupakan suatu kegiatan seseorang penerjemah secara runtut melakukan kegiatan memproduksi pesan yang terkandung dalam teks bahasa sumber (source language) ke dalam bahasa sasaran (target language). Menerjemahkan dengan komputer didefinisikan “a process of computer-programmed substitution of the SL sign combination by TL sign combination”. Dalam pembahasan selanjutnya definisi inilah yang akan dipacu. Ungkapan optimally equivalent TL text kiranya perlu diperhatikan karena kegiatan mengalihkan pesan bahasa ke bahasa sumber ke bahasa lain sasaran itu disebut menerjemahkan hanya kalau pesan yang dihasilkan dalam bahasa sasaran sama dengan bahasa sumbernya (Kamil. 1982; Sakri; 1999). Disamping itu, syarat pemahaman sintasksi, semantik, dan pragmatik dari teks bahasa sumbernya dan bagaimana menganalisis dengan baik kedalam bahasa sasaran merupakan persyaratan menerjemahkan yang sangat penting.
Definisi menerjemahkan berdasarkan sudut pandang teks ini, seandainya dicermati benar-benar, merupakan definisi menerjemahkan yang lengkap. Dengan demikian, dapatlah dipahami bahwa dalam pemikiran Wills (1980), seorang penerjemah harus mampu menganalisis naskah asli yang akan diterjamahkan dari tiga sudut pandang.
Cakupan Pemahaaman Menerjemahkan
Pada tahap ini, kegiatan menerjemahkan sudah dilakukan sejak dulu kala, dan terus berkembang sampai saat ini, seiring dengan globlalisasi informasi. Pengkajian mengenai prinsip-prinsip menerjemahkan juga sangat penting dan proses menerjemahkan juga sangat penting untuk dapat dihasilkan suatu hasil terjemahan yang baik. Sebuah prinsip mengatakan hasil suatu terjemahan harus tampak seperti teks pada bahasa sasaran dan bebas dari pengaruh struktur sumber. Pemahaman mengenai pragmatic, sistansik, dan simantik juga sangat penting dalam menerjemahkan. Terjemahan dialog dan interaksi drama, novel, dan aneka karya sastra sulit dilakukan tanpa pemahaman pragmatiak.
Pengkajian aneka problema menerjemahkan akan sangat membantu keterampilan menghasilkan penerjemahan yang baik. Masalah kebahasaan lebih mendalam dibandingkan bagian lainnya karena problem kebahasaan lebih mendalam dan lebih luas.
Penelitihan Dalam Menerjemahkan
Penelitihan kebahasaab termasuk menerjemahkan, akan meliputi kegiatan menetapkan wilayah penelitihan kebahasaan, termasuk menerjemahkan, akan meliputi kegiatan menetapkan wilayah penelitihan, menggunakan menetepkan wilayah penelitihn, menggunakan sumber-sumber yang bersifat sebagai peneliti yang profesioanaldengn menetapkan data yang diperlukan dalam penelitihannya (Wray 1998:8-14). Yang diupayakan dalam menerjemahkan adalah gagasan dari satu dumber kan adalah memindahkan gagasan dati sutau bahasa ke bahasa sasaran kesedemikian rupa. Penelitihan dengan teks dapat diarahkan pada ekuivalensi dan dapat dipusatkan dalam tingkat kebebasan pada tingkat kata, ekologi, materi, organissi dan lainnya.
Penelitahan ini mencoba mencari tahu apakah penerjemah yang berbeda pengetahuannya dibidang terjemahan akan menghasilkan terjemahan yang berbebda pengetahuan menghasilkan dengan membandingkan, misalnya dalam bidang tata bahasa sintaksi, pragmatic yang dipecah lagi menjadi wilayah yang lebih sempit.
Simpulan dan Saran
Simpulan yang disampaikan adalah pengkajian menerjemahkan sebaik-baiknya bersifat holistik dan dapat dipecahkan menjadi beberapa kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Untuk menjadi penerjemah yang efisien dan profesioanal, memang perlu diperhatikan kelengkapan tools: Kamus Inggris – Kamus Indonesia, Kamus Inggris – Kamus Inggris, dan Kamus Indonesia – Kamus Indonesia. Dan komputer dengan program tertentu dapat membantu mempercepat tugas seorang penerjamah, seperti mengoreksi tata bahasa yang kurang baik, ejaan, perhitingn kata dalam teks dan lainnya.

https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/download/810/652

IHWAL MENERJEMAHKAN

Ringkasan Artikel: IHWAL MENERJEMAHKAN: PROPOSISI TEORETIS CANGKUPAN PENGKAJIAN DAN PENELITIHAN Pada zaman sekarang ini, penguasaan bahas...