INSPIRATIF TEMEN SEPERJUANGAN
Namanya Nabila Hilyatunnisa, biasa dipanggil Nabila tetapi, ia pun memiliki nama kecil yang bisa dipanggil Ratu. Nama itu diberikan oleh kakaknya karena kedua orang tuanya bingung memberi nama untuk dirinya dan dia adalah anak perempuan satu satunya, jadi kakaknya yang ada di pesantren lah yang memberikan nama untuknya. Nabila Hilyatunnisa' mempunyai arti nama yang indah yaitu Perhiasan Wanita yang Berharga. Ia lahir di Bogor pada tanggal 6 Juni 2001, ia anak ke-4 dari lima bersaudaradan pastinya dia adalah anak terakhir yang biasa disebut si bungsu. Nama ayahnya adalah Khotib, beliau bekerja sebagai wiraswasta. Dan ibunya bernama Mariah, beliau seorang ibu rumah tangga , bagi Nabila ibunya adalah sosok ibu yang baik dan wanita super di kehidupan nyata.
Nabila memiliki seorang 4 saudara, kakak yang pertama dan kedua dia sudah menikah dan kakak yang ketiga dan keempat belum menikah.
Nabila merasa jika dulu masa kecilnya adalah masa yang tidak beruntung baginya, karena pada masa kecil yang ia dapat dari cerita ibunya waktu ia berumur 2 tahun ia masih belum bisa berbicara. Ibunya merasa terpukul karena anak perempuan satu-satunya susah untuk berbicara, memanggil sebutan ibu saja tidak bisa kata ibunya " anak ibu cantik gini kenapa tidak bisa berbicara ? ". Akhirnya disyariatain ibunya ke seseorang yang bisa membantu Nabila berbicara selayaknya teman sebayanya. Dalam jangka waktu 3x pengobatan akhirnya ia ada sedikit peningkatan, ia bisa nangis seperti anak sebayanya, yang biasanya ia hanya mengeluarkan kata " aaaaa.... " saja. Disitu ia merasa sedih kenapa ia memiliki riwayat masalalu seperti itu tetapi, dari situ ia beranggapan mungkin itu adalah sisi cobaan untuk ibunya dan Nabila sendiri, dari situ itu ia sangat bersyukur bahwa saat ini ia masih diizin oleh Allah swt untuk bisa berbicara dan walaupun suaranya cempreng , hahahah maaf Bila 😁.
Sewaktu bila masih kecil ia sering di jaga dan dirawat oleh kakanya yang ke tiga dikala ibunya lagi sibuk mengurus pengerjaan rumah dan karena ibunya juga memiliki usaha membuka warung makanan maka yang menjadi pengganti ibunya untuk menjaga dan merawat dia ialah kakak yang ke tiga itu. Jarak usia dia dengan kakak perempuannya itu sekitar 10 tahun jadi sewaktu kecil banyak yang bilang bahwa dia adalah anak kakaknya karena keseringan bersama kakaknya itu.
Saat ia sudah berusia anak anak sekitar umur 8 tahun ia diberi pesan oleh ibunya bahwa sekarang dia bisa berbicara ia harus menjaga lisannya itu untuk berucap yang baik dan sopan, kalo tidak ibunya akan merasa sedih mendengarnya.
Pengalam dia saat duduk dibangku SD ia memiliki bakat Da'i Cilik. kedua orang tuanya sangat mendorong dan mensupport dia untuk selalu mengikuti lomba Da'i Cilik itu. "Yaah, meskipun aku tidak pernah mendapatkan juara tidak masalah, yang terpenting adalah memisaya pernah memiliki pengalaman tersendiri di masa kecilku" ujar Nabila. Akhirnya setelah lulus SD ia ingin mengembangkan bakatnya di bidang pendakwa itu dengan melanjutkan sekolahnya sekaligus menjadi santri di salah satu Pesantren di kota tempat ia lahir. Ia memilih Pesantren yang khusus Dakwa dan Qiro'ah karena orang tuanya pun menginginkan ia untuk memiliki kelebihan juga di bacaan Al-Qur'annya.
Semasa kecil ia memiliki cita-cita untuk menjadi pendakwa tetapi, cita-cita itu berubah pada saat dia duduk di bangku Tsanawiah. Ia disarankan oleh kakaknya untuk menjadi Pramugari karena ia memiliki bentuk tubuh yang tinggi bagus. Alasan kakaknya menyarankan ia untuk jadi pramugari itu karena kakak dia dulu juga ingin menjadi Pramugari tetapi tidak kesampaian karena suatu hal. Selanjutnya, pada masa-masa Aliyah mau menuju kelulusan ia pun berfikir apa sih sebenarnya tujuan hidup kedepannya. Akhirnya pada kelas 12 ia beranggapan ingin mengejar salah satu cita-citanya yaitu ia ingin pergi keluar negeri. Setelah lama ia mencari-cari prospek mana yang bisa mengantar dia untuk bisa pergi keluar negeri itu , ia menemukan salah satu jurusan Tarjamah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya ia sepakat bahwa cita-cita ia untuk kehidupan masa depannya adalah menjadi wanita sukses diusia muda, seperti tokoh idola yaitu Wirda Salama Ulya atau biasa disebut Wirda Mansyur.
Motto hidup Nabilah adalah jalani , nikmati dan syukuri kehidupan dengan berhuznudzon kepada Allah .
Sekiann..
Nabila memiliki seorang 4 saudara, kakak yang pertama dan kedua dia sudah menikah dan kakak yang ketiga dan keempat belum menikah.
Nabila merasa jika dulu masa kecilnya adalah masa yang tidak beruntung baginya, karena pada masa kecil yang ia dapat dari cerita ibunya waktu ia berumur 2 tahun ia masih belum bisa berbicara. Ibunya merasa terpukul karena anak perempuan satu-satunya susah untuk berbicara, memanggil sebutan ibu saja tidak bisa kata ibunya " anak ibu cantik gini kenapa tidak bisa berbicara ? ". Akhirnya disyariatain ibunya ke seseorang yang bisa membantu Nabila berbicara selayaknya teman sebayanya. Dalam jangka waktu 3x pengobatan akhirnya ia ada sedikit peningkatan, ia bisa nangis seperti anak sebayanya, yang biasanya ia hanya mengeluarkan kata " aaaaa.... " saja. Disitu ia merasa sedih kenapa ia memiliki riwayat masalalu seperti itu tetapi, dari situ ia beranggapan mungkin itu adalah sisi cobaan untuk ibunya dan Nabila sendiri, dari situ itu ia sangat bersyukur bahwa saat ini ia masih diizin oleh Allah swt untuk bisa berbicara dan walaupun suaranya cempreng , hahahah maaf Bila 😁.
Sewaktu bila masih kecil ia sering di jaga dan dirawat oleh kakanya yang ke tiga dikala ibunya lagi sibuk mengurus pengerjaan rumah dan karena ibunya juga memiliki usaha membuka warung makanan maka yang menjadi pengganti ibunya untuk menjaga dan merawat dia ialah kakak yang ke tiga itu. Jarak usia dia dengan kakak perempuannya itu sekitar 10 tahun jadi sewaktu kecil banyak yang bilang bahwa dia adalah anak kakaknya karena keseringan bersama kakaknya itu.
Saat ia sudah berusia anak anak sekitar umur 8 tahun ia diberi pesan oleh ibunya bahwa sekarang dia bisa berbicara ia harus menjaga lisannya itu untuk berucap yang baik dan sopan, kalo tidak ibunya akan merasa sedih mendengarnya.
Pengalam dia saat duduk dibangku SD ia memiliki bakat Da'i Cilik. kedua orang tuanya sangat mendorong dan mensupport dia untuk selalu mengikuti lomba Da'i Cilik itu. "Yaah, meskipun aku tidak pernah mendapatkan juara tidak masalah, yang terpenting adalah memisaya pernah memiliki pengalaman tersendiri di masa kecilku" ujar Nabila. Akhirnya setelah lulus SD ia ingin mengembangkan bakatnya di bidang pendakwa itu dengan melanjutkan sekolahnya sekaligus menjadi santri di salah satu Pesantren di kota tempat ia lahir. Ia memilih Pesantren yang khusus Dakwa dan Qiro'ah karena orang tuanya pun menginginkan ia untuk memiliki kelebihan juga di bacaan Al-Qur'annya.
Semasa kecil ia memiliki cita-cita untuk menjadi pendakwa tetapi, cita-cita itu berubah pada saat dia duduk di bangku Tsanawiah. Ia disarankan oleh kakaknya untuk menjadi Pramugari karena ia memiliki bentuk tubuh yang tinggi bagus. Alasan kakaknya menyarankan ia untuk jadi pramugari itu karena kakak dia dulu juga ingin menjadi Pramugari tetapi tidak kesampaian karena suatu hal. Selanjutnya, pada masa-masa Aliyah mau menuju kelulusan ia pun berfikir apa sih sebenarnya tujuan hidup kedepannya. Akhirnya pada kelas 12 ia beranggapan ingin mengejar salah satu cita-citanya yaitu ia ingin pergi keluar negeri. Setelah lama ia mencari-cari prospek mana yang bisa mengantar dia untuk bisa pergi keluar negeri itu , ia menemukan salah satu jurusan Tarjamah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya ia sepakat bahwa cita-cita ia untuk kehidupan masa depannya adalah menjadi wanita sukses diusia muda, seperti tokoh idola yaitu Wirda Salama Ulya atau biasa disebut Wirda Mansyur.
Motto hidup Nabilah adalah jalani , nikmati dan syukuri kehidupan dengan berhuznudzon kepada Allah .
Sekiann..