Sabtu, 14 September 2019

KEPO DONG SAMA TEMEN SE ASRAMA SE KELAS

INSPIRATIF TEMEN SEPERJUANGAN

Namanya Nabila Hilyatunnisa, biasa dipanggil Nabila tetapi, ia pun memiliki nama kecil yang bisa dipanggil Ratu. Nama itu diberikan oleh kakaknya karena kedua orang tuanya bingung memberi nama untuk dirinya dan dia adalah anak perempuan satu satunya, jadi kakaknya yang ada di pesantren lah yang memberikan nama untuknya. Nabila Hilyatunnisa' mempunyai arti nama yang indah yaitu Perhiasan Wanita yang Berharga. Ia lahir di Bogor pada tanggal 6 Juni 2001, ia anak ke-4 dari lima bersaudaradan pastinya dia adalah anak terakhir yang biasa disebut si bungsu. Nama ayahnya adalah Khotib, beliau bekerja sebagai wiraswasta. Dan ibunya bernama Mariah, beliau seorang ibu rumah tangga , bagi Nabila ibunya adalah sosok ibu yang baik dan wanita super di kehidupan nyata.
Nabila memiliki seorang 4 saudara, kakak yang pertama dan kedua dia sudah menikah dan kakak yang ketiga dan keempat belum menikah. 

Nabila merasa jika dulu masa kecilnya adalah masa yang tidak beruntung baginya, karena pada masa kecil yang ia dapat dari cerita ibunya waktu ia berumur 2 tahun ia masih belum bisa berbicara. Ibunya merasa terpukul karena anak perempuan satu-satunya susah untuk berbicara, memanggil sebutan ibu saja tidak bisa kata ibunya " anak ibu cantik gini kenapa tidak bisa berbicara ? ". Akhirnya disyariatain ibunya ke seseorang yang bisa membantu Nabila berbicara selayaknya teman sebayanya. Dalam jangka waktu 3x pengobatan akhirnya ia ada sedikit peningkatan, ia bisa nangis seperti anak sebayanya, yang biasanya ia hanya mengeluarkan kata  " aaaaa.... " saja. Disitu ia merasa sedih kenapa ia memiliki riwayat masalalu seperti itu tetapi, dari situ ia beranggapan mungkin itu adalah sisi cobaan untuk ibunya dan Nabila sendiri, dari situ itu ia sangat bersyukur bahwa saat ini ia masih diizin oleh Allah swt untuk bisa berbicara dan walaupun suaranya cempreng , hahahah maaf Bila 😁. 

Sewaktu bila masih kecil ia sering di jaga dan dirawat oleh kakanya yang ke tiga dikala ibunya lagi sibuk mengurus pengerjaan rumah dan karena ibunya juga memiliki usaha membuka warung makanan maka yang menjadi pengganti ibunya untuk menjaga dan merawat dia ialah kakak yang ke tiga itu. Jarak usia dia dengan kakak perempuannya itu sekitar 10 tahun jadi sewaktu kecil banyak yang bilang bahwa dia adalah anak kakaknya karena keseringan bersama kakaknya itu.
Saat ia sudah berusia anak anak sekitar umur 8 tahun ia diberi pesan oleh ibunya bahwa sekarang dia bisa berbicara ia harus menjaga lisannya itu untuk berucap yang baik dan sopan, kalo tidak ibunya akan merasa sedih mendengarnya.

Pengalam dia saat duduk dibangku SD ia memiliki bakat Da'i Cilik. kedua orang tuanya sangat mendorong dan mensupport dia untuk selalu mengikuti lomba Da'i Cilik itu. "Yaah, meskipun aku tidak pernah mendapatkan juara tidak masalah, yang terpenting adalah  memisaya pernah memiliki pengalaman tersendiri di masa kecilku" ujar Nabila. Akhirnya setelah lulus SD ia ingin mengembangkan bakatnya di bidang pendakwa itu dengan melanjutkan sekolahnya sekaligus menjadi santri di salah satu Pesantren di kota tempat ia lahir. Ia memilih Pesantren yang khusus Dakwa dan Qiro'ah karena orang tuanya pun menginginkan ia untuk memiliki kelebihan juga di bacaan Al-Qur'annya. 


Semasa kecil ia memiliki cita-cita untuk menjadi pendakwa tetapi, cita-cita itu berubah pada saat dia duduk di bangku Tsanawiah. Ia disarankan oleh kakaknya untuk menjadi Pramugari karena ia memiliki bentuk tubuh yang tinggi bagus. Alasan kakaknya menyarankan ia untuk jadi pramugari itu karena kakak dia dulu juga ingin menjadi Pramugari tetapi tidak kesampaian karena suatu hal. Selanjutnya, pada masa-masa Aliyah mau menuju kelulusan ia pun berfikir apa sih sebenarnya tujuan hidup kedepannya. Akhirnya pada kelas 12 ia beranggapan ingin mengejar salah satu cita-citanya yaitu ia ingin pergi keluar negeri. Setelah lama ia mencari-cari prospek mana yang bisa mengantar dia untuk bisa pergi keluar negeri itu , ia menemukan salah satu jurusan Tarjamah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya ia sepakat bahwa cita-cita ia untuk kehidupan masa depannya adalah menjadi wanita sukses diusia muda, seperti tokoh idola  yaitu Wirda Salama Ulya atau biasa disebut Wirda Mansyur. 

Motto hidup Nabilah adalah jalani , nikmati dan syukuri kehidupan dengan berhuznudzon kepada Allah . 
Sekiann.. 

Do you know about me ? who am i ?
Lets view my little story..

Assalamualaikum wr wb .. salam sukses dan semangat !!
 Hai teman - teman online ku, saya akan memperkenalakan diri saya kepada kalian. Nama saya Nur Aini Zahrotul Qoryah, biasa di panggil Ani atau bisa juga Aini, sesuka kalian jika ingin menyapa saya dengan nama panggilan saya 😄. Saya dilahirkan di Pasuruan 12 September 2001, karena saya lahir di tanggal 12 September maka zodiak saya Virgo. Hobi saya senang sekali menonton film, terutama film yang berbau islami dengan genre apapun itu saya menyukai nya, bukan hanya itu saya juga suka sekali dengan film  disney  dan film horror pada kenyataannya saya adalah anak yang penakut hehehe tapi, saya suka dengan film horror. Saya juga penggemar karakter Sinchan, dari segi film dan animasi saya suka sekali menurut saya Sincahn itu lucu dan menggemaskan. Sekarang saya tinggal di kota Tangerang Selatan dan saya adalah Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Tarjamah.

Kedua orang tua saya berasal dari Pasuruan Jawa Timur. Ayah saya bernama Yedi Sugianto, beliau adalah wiraswasta di sebuah perusahaan. Ibu saya bernama Anis Husniyah saya biasanya memanggil dengan sebutan Ummi, beliau adalah seorang ibu rumah tangga dan juga sebagai guru ngaji di desa kami tinggal. dimata saya ummi saya adalah orang yang sangat baik dan saya sangat mengidolakan beliau. Saya menganggap wonder woman didunia nyata adalah ummi saya. Saya anak pertama dari dua bersaudara, jarak saya dengan adik saya selisih 2 tahun jadi, banyak yang bilang kita berdua seperti anak kembar karena tinggi badan kami hampir sama 😌 sedihkan, padahal saya kakaknya.. dan kami berdua pengguna kacamata, jadi wajar juga terkadang orang lain mengira kami kembar sampai ada yang salah menyebutkan nama kami berdua. Adik perempuan saya bernama Zumrotul Fallakhiyah, ia masih duduk di bangku Aliyah kelas 10.

Riwayat pendidikan saya, TK di TK Al Islam . Setelah lulus saya melanjutkan di SDN Cangkring Malang II, masa masa SD itu sangat menyenangkan dan banyak sekali kenangan karena jangka waktunya pun di tempuh selama 6 tahun di bangku SD. Setalah lulus 6 tahun di bangku SD saya melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Beji. Lalu melanjutkan pendidikan Aliyah di MAN 1 Pasuruan, masa Aliyah pun sangat menyenangkan dan mengharukan karena masa dimana kita sudah beranjak dewasa, terutama pada saat di semester terakhir kelas 12 kami berjuang mengerjakan TA dan UN  dan banyak sekali hal yang sudah menjadi kenangan tersendiri dialam hidup saya.

Pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya adalah saat saya duduk di bangku Aliyah. Saat kelas 10 semester 2 saya di beri amanah ummi saya untuk membantu nya mengajar ngaji private, karena kata beliau itu bisa dijadikan bekal pengalaman saya sebelum saya kuliah nanti bisa digunakan untuk mencari kerja sampingan yang tidak terlalu memberatkan waktu saya. Karena, saya juga suka sekali dengan anak kecil jadi dalam benat saya boleh lah itu di jadikan pengalaman bagi saya. Dengan berjalannya waktu saya merasa nyaman juga mengajar ngaji private anak kecil yang mayoritas TK sampai SD, saya tidak melihat sisi gaji yang saya dapat tapi pengalam saya menjadi seorang guru itu yang saya sangat bangga, karena ternyata tidak mudah menjadi guru untuk anak diusia dini yang harus sangat  telaten dan penuh sabar.

Cita - cita saya, saya ingin sekali berkeliling menjelajahi dunia dari negara satu lari ke negara lain tetapi tanpa di punggut biaya sepeserpun. Saya ingin berkeliling dunia dengan bekal ilmu barokah yang saya dapatkan. Itu adalah impian saya sejak duduk di bangku SD. Sejak itu saya selalu sholawatin gambar atau peta dunia yang saya tempelkan di dinding kamar. Wirda Mansyur beliau lah motovator yang saya idolakan, karena beliau saya jadi semakin semanagat dan tidak takut untuk berani bermimpi besar. 

Menatap ke langit, membuat kita semakin ingin berlari sejauh mungkin walau tak tahu sampai batas mana ujung yang ditempuh. Tak kenal kata lelah untuk berjuang dan pantang untuk mundur jika sudah keluar dari zona nyaman. Carilah ilmu seperti menjelajahi lautan dan menyelamlah sampai batas dasar laut yang kalian tempuh. Syukuri dan bangga lah apa yang ada pada dirimu, karena menjadi diri sendiri itu akan menunjukan keindahan lebih yanga ada pada dirimu 💖💖 .

Sekian , Wassalamualaikum wrb ......

IHWAL MENERJEMAHKAN

Ringkasan Artikel: IHWAL MENERJEMAHKAN: PROPOSISI TEORETIS CANGKUPAN PENGKAJIAN DAN PENELITIHAN Pada zaman sekarang ini, penguasaan bahas...